REVIEW FIL ALANGKAH LUCUNYA NEGERI INI
Film alangkah lucunya negeri ini merupakan film
drama komedi yang mencoba menangkat fenomena-fenomena kehidupan nyata di
Indonesia.Film ini bermula saat muluk(reza rahardian) yang hampir 2 tahun
setelah lulus S1 belum memiliki pekerjaan.Namun peluang pekerjaan muluk semakin
terbuka lebar sejak muluk bertemu dengan pencopet bernama komet .Sejak saat itu
muluk memiliki ide untuk mempekerjakan pencopet-pencopet dan dari hasil
mempekerjakan pencopet muluk mendapatkan 10% .Lalu dari hasil 10% pencopet
tersebut ia tabung, lambat laun muluk melihat peluang untuk mengembangkan usaha
copet tersebut dari pencopet kemudian menjadikan anak-anak tersebut berjualan
asongan.Pelajaran yang dapat diambil dalam film ini ada beberapa aspek antara
lain , pendidikan,agama,social.
Pada
sisi pendidikan , dapat terlihat di dalam film tersebut bahwa banyak masyarakat
yang fakir dan miskin menganggap bahwa pendidikan itu tidak penting.yang lebih
penting adalah bekerja kemudian menabung dan akhirnya dapat mendapatkan apa
yang ia inginkan. Cara berpikir masyarakat perlu di kritisi dan menyadarkan
masyarakat bahwa pendidikan itu sangat penting artinya baik bagi Negara maupun
kehidupan masyarakat.Pendidikan merupakan salah satu indicator Negara dapat
disebut Negara berkembang , Negara lepas landas atau Negara maju. Semakin
meningkatnya kualitas Negara pasti didukung oleh meningkatnya kualitas
pendidikan.Namun kurangnya pemikiran masyarakat pinggiran akan hal tersebut
sehingga mereka hanya memikirkan semakin cepat bekerja semakin baik hidupmu
entah apapun pekerjaan itu.Masalah pendidikan ini semakin didukung dengan
kurangnya pemerintah dalam memperhatikan pendidikan masyarakatnya. Pada
kenyataannya masyarakat pinggiran memilih untuk tidak melanjutkan pendidikan
karena factor biaya.Mereka menganggap bahwa pendidikan hanya menghabiskan uang
saja. Walaupun pemerintah memberikan beasiswa BOS kepada siswa yang tidak mampu
,namun pada kenyataannya beasiswa tersebut tidak tepat pada tujuannya.
Kemudian
pada sisi social, masih kentalnya kepercayaan masyarakat tentang hal-hal mistik
tahayul sehingga membuat image masyarakat tersebut tidak intelek.Krisis social
juga terlihat Karena tidak seimbangnya kehidupan atnara yang miskin dan yang
kaya.yang miskin akan semakin miskin sedangkan yang kaya semakin kaya.
Pada
sisi agama , terlihat bahwa anak-anak pencopet masih mau diajari tentang agama
yaitu seperti sholat dan mengaji.Sebagai makhluk tuhan tentunya kita harus
menyadari bahwa agama sajalah yang dapat merubah akhlak manusia .Setidaknya
mereka masyarakat pinggiran masih mengingat adanya tuhan sehingga mereka dapat
memanjatkan doa dan harapannya kepada Tuhan Yang Maha Esa dan semoga ada yang
mereka harapkan dapat terwujudkan.,
Pada
bagian akhir film terdapat selentikan yang sangat keras untuk pemerintah “Fakir
miskin dan anak terlantar dipelihara oleh Negara.” Pasal 34 UUD 1945. Pada
pernyataan tersebut merupakan sindiran guna pemerintah dan pejabat Negara
tentang tugas pemerintah untuk memelihara fakir miskin dan anak
terlantar.Karena pada faktanya tugas tersebut belum terlaksana secara merata
dan bahkan pada faktanya Negara ini malah semakin banyak fakir miskin dan anak
terlantar.


Komentar
Posting Komentar